
Fasad eksterior tetap menjadi titik pertama ekspresi gaya karena menambah keagungan dan keanggunan pada struktur apa pun.Salah satu pilihan paling populer untuk fasad adalah batu.Keindahan pelapis batu adalah menghadirkan daya tarik estetika pribadi dan unik pada ruang mana pun. Karena batu merupakan bahan serbaguna dengan banyak kemungkinan, batu dapat digunakan pada dinding interior dan eksterior untuk mempercantik tampilan area.
Di India, batuan keras seperti granit, batu pasir, basal, dan batu tulis adalah pilihan paling umum untuk pelapis dinding eksterior, sedangkan bahan yang lebih lembut seperti marmer lebih cocok untuk dekorasi interior. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum memilih jenis batu terbaik, antara lain penampilan, tujuan penggunaan, ukuran ruangan, dan jenis material komposit yang memberikan kekuatan dan daya tahan.
Batu vulkanik abu-abu-biru tua adalah pilihan paling cocok untuk pelapis dinding batu dalam dan luar ruangan. Kualitas basal yang menonjol adalah daya tahan, elastisitas, dan kapasitas insulasi yang tinggi.
Granit adalah salah satu bahan bangunan yang paling disukai untuk pelapis dinding eksterior. Ciri yang membedakan batu ini adalah daya tahan dan kegigihan warna dan teksturnya.
Batu bersejarah ini terbuat dari batu kapur dan dolomit berwarna terang. Batu Yerusalem terkenal karena kepadatan dan kemampuannya menahan kondisi keras secara efektif.
Marmer melambangkan keanggunan dan keagungan. Batu alam ini sulit untuk dikerjakan, namun hasilnya mengesankan.
Batu tulis adalah batuan metamorf yang dianggap sebagai bahan bangunan terbaik untuk pelapis dinding interior dan eksterior.Daya tahannya yang tinggi, ketahanan air yang luar biasa, serta tampilannya yang elegan dan canggih menjadikannya pilihan gaya untuk veneer batu.
Batu unik dan serbaguna ini sangat cocok untuk permukaan arsitektur karena dapat diukir dan dibentuk dengan relatif mudah.
Veneer batu merupakan pilihan yang sangat baik untuk pelapis dinding eksterior dan terdapat dua metode pemasangan utama yaitu pemasangan basah dan pemasangan kering.
Ini adalah metode terbaik dan teraman dibandingkan dengan pemasangan kelongsong basah pada kelongsong batu tebal karena masing-masing bagian dipasang dengan jangkar logam yang tertanam dan akan tetap berada pada posisinya selama bertahun-tahun. Metode ini mahal dan membutuhkan tenaga kerja yang sangat terampil.
Metode pemasangan basah adalah metode yang paling umum digunakan untuk pelapis batu. Teknologi ini tidak memerlukan pengeboran di lokasi sehingga mencegah keretakan pada dinding. Ini juga merupakan metode yang jauh lebih murah daripada pelapis batu kering. Satu-satunya batasan metode ini adalah tidak ada ruang untuk perluasan batu selanjutnya, sehingga menyebabkan batu melengkung.